Cebong Kampret - Tuduh Menuduh, Jokowi Minta Masyarakat Jangan Contoh Kampanye Tak Beretika
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo saat mengunjungu WTC Batanghari, Kota Jambi, Minggu (16/12/2018).(Fabian Januarius Kuwado)

Saturepublik.com – Hingga tiga bulan masa kampanye Pilpres 2019, media sosial masih diwarnai konflik antardua kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyematkan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan julukan “cebong”.

Sementara kubu Jokowi-Ma’ruf menyematkan pendukung Prabowo-Sandi sebagai “kampret”. Nah, pendukung Jokowi sempat menyinggung soal “kampret” saat Jokowi memberikan pengarahan kepada tim kampanye daerah Provinsi Jambi pada Minggu (16/12/2018) kemarin.

Awalnya, Jokowi sedang mengklarifikasi berbagai isu miring yang menerpa dirinya. Mulai dari dirinya dituduh PKI hingga dituduh antek asing dan aseng.

Tiba-tiba, ada salah seorang tim sukses berteriak, “Kampret, Pak. Kampret, Pak.” Jokowi sontak menengok ke arah sumber suara. Raut wajahnya berubah dari senyum menjadi datar. Ia kemudian berkomentar, “Komprat, kampret, opo?”

Para relawan kemudian bersorak sorai sambil bertepuk tangan riuh. Sementara, Jokowi tidak mengubah raut wajahnya. Tetap datar sambil melihat ke sekelilingnya. Dua detik kemudian, Jokowi kembali meneruskan pidatonya.

Ia mengatakan, kondisi politik di Indonesia dipenuhi dengan cara-cara tidak beradab. Ia meminta masyarakat tidak mengikuti cara-cara demikian karena cara itu tidak sesuai dengan etika orang Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here