Rektor UNP Padang Tolak People Power, Ini Katanya!
Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D.

Saturepublik.com – Desis-desis isu tentang people power (kekuatan rakyat) mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak, tak ketinggalan para akademisi. Salah satunya adalah Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ganefri, yang menolak gerakan people power ini.

Ganefri menekankan pada seluruh pihak bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi, maka rakyat memiliki hak untuk mengawasi pelaksanaan pemilu 2019. Apapun hasilnya, Ganefri meminta masyarakat untuk menghormatinya.

“Jangan mau turun ke jalan. People power adalah aksi inkonstitusional. Khusus masyarakat Sumbar, jangan mau terprovokasi yang bisa memecah belah bangsa,” kata Ganefri, usai berbuka puasa bersama di Kampus UNP Padang, Jumat (17/5/2019) .

Ganefri menambahkan, khusus di lingkungan kampus, pihak UNP juga mengimbau seluruh civitas akademika terutama mahasiswa untuk tidak terpengaruh dengan gerakan people power.

Ganefri menyebutkan, proses Pemilu 2019 sudah berakhir. Sebab itu, mari dirajut kembali perbedaan-perbedaan pendapat. Apapun hasil yang ditetapkan pemilu agar diterima dengan lapang dada.

“Kita harapkan seluruh masyarakat Indonesia juga seperti itu, bisa menerima apa pun keputusan yang dibut KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang menjadi wasit. KPU itu independen,” sebut Ganefri.

Ganefripun menyarankan kepada seluruh rakyar indonesia, dari pada turun ke jalan lebih masyarakat hidup rukun dan damai menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here